Jumat, 17 Juni 2011

Private Island.....Gili Nanggu


Gili Nanggu adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Lombok Selatan. Tepatnya di daerah Sekotong yang terkenal sebagai penghasil emas di Lombok. Gili Nanggu bisa ditempuh dengan perjalan darat dari Mataram selama kurang lebih 1 jam kemudian dilanjutkan dengan naik boat kurang lebih 20 menit. Untuk menuju pelabuhan penyeberangan ada dua jalur yaitu melewati bukit sekotong yang kaya akan emas dan lewat jalur tepi pantai. Keduanya menyajikan pemandangan yang eksotik. Jika memilih jalur perbukitan kita akan banyak menyaksikan tambang-tambang emas liar yang masih tradisional, disitu kita bisa melihat betapa susahnya mendulang emas. Jika memilih jalur tepi pantai kita akan disuguhi pemandangan pantai yang indah, kita bisa menyaksikan kapal ferry dan kapal cepat yang melintas menuju atau bertolak dari pelabuhan Lembar.

Berbeda dengan Gili Trawangan untuk menuju Gili Nanggu tidak ada perahu /boat publik jadi harus menyewa perahu. Sewa perahu untuk menuju Gili Nanggu dan dua gili di sekitarnya sekitar 200K. Di tempat penyeberangan ini juga banyak terdapat penyewaan mask, finn dan snorkel dengan sewa sekitar 50K. Di antara gili-gili tersebut yang paling luas adalah Gili Nanggu. Di sebelah Gili Nanggu ada gili yang hanya ditumbuhi pohon kelapa, disni bisa beli kelapa muda dengan harga 15K per bijinya dan langsung dipetik dari pohonnya.
Setelah menempuh perjalan di laut sekitar 20 menit, sampailah di Gili Nanggu. Pasir yang putih, air yang tenang dan jernih menyambut kedatangan kita. Tak sabar rasanya ingin segera menyebur ke laut. Gili Nanggu sangat cocok untuk berenang, senorkeling maupun berjemur di panatai. Di sini juga ada penginapan yang kabarnya milik pribadi. Setelah puas melihat pulau yang indah dan menyusuri pantai, saya memutuskan untuk senorkeling. Begitu saya arahkan mata saya ke dalam laut, saya disambut ikan-ikan yang berwarna-warni. Tapi sayang saya lupa bawa remah-remah roti untuk memberi makan ikan. Jadi buat siapa saja yang berencana pergi ke Gilli Nanggu sangat disarankan untuk membaawa remahan roti yang di masukan ke dalam botol air mineral. Karena bisa memberi makan ikan di laut sangatlah seru.
Sungguh Gili yang amat indah dan wajib untuk dikunjungi jika pergi ke P Lombok. Diharapkan pemerintah bisa lebih mengelola potensi wisata ini, dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Agar kepemilikan gili secara pribadi dapat diminalisir.







Minggu, 12 Juni 2011

Tabuhan, Pulau yang Terabaikan di Jawa Timur

Pulau Tabuhan terletak di Selat Bali. Pulau Tabuhan masuk wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi. Pulau Tabuhan memiliki luas kurang lebih 5 hektar dengan dikelilingi pantai yang berpasir putih.

Untuk menuju Pulau Tabuhan harus menggonakan boat yang bisa diewa di sekitar pantai Kampe dengan tarif 500K untuk penyeberangan pulang pergi. Jadi disarankan jika ingin ke P Tabuhan sebaiknya berangkat pagi agar bisa puas menikmati P Tabuhan.

Pulau Tabuhan adalah pulau kosong yang tak berpenghuni. Begitu menapakkan kaki di P Tabuhan kita akan disambut dengan hamparan pasir  putih yang mengelilingi seluruh pualau dengan air laut yang sangat jernih. Menjadikan tempat ini cocok untuk sun bathing atau sekedar berenang di pinggir pantai. Air yang sangat jernih membuat saya ingin sekali menengok keindahan bawah lautnya. Dengan snorkeling dapat saya liat banyak terumbu karang yang telah mati, sungguh amat disayangkan. Sebenarnya P Tabuhan sangat potensial sebagai tempat wisata pantai maupun wisata bawah laut, tapi sayang Pulau ini kurang dirawat. Banyak nelayan yang melakukan pengeboman sehingga merusak ekosistem laut. Pemerintah sudah menanam media untuk tumbuhnya terumbu karang tapi karena adanya pengeboman jadi terumbu karang mati semua. Padahal kalau dikelola dengan baik pasti P Tabuhan tidak akan kalah keindahannya dengan P Menjangan.
Di Pantai Kampe sendiri ada sekelompok nelayan ikan hias. Di sini nelayan mulai sadar akan potensi wisata pesona bawah laut. Mereka memulai budidaya terumbu karang dan ikan hias. Tapi lagi-lagi LSM dari luar negeri yang mengajari mereka cara menanam terumbu karang. Mudah-mudahan nelayan di Kampe dan P Tabuhan mulai sadar manfaat terumbu karang dan kelak anak cucu kita bisa mendapatkan manfaatnya.